Powered By Blogger

Minggu, 25 Desember 2011

Kreatif dan Inovatif dalam berwirausaha

Wirausaha yang unggul selalu menghadapiperubahan dengan cepat, berhubungan dengan imajinasi, berpikir kreatif secara sistemik dan kemampuan berproses secara logis. Kombinasi tersebut merupakan kunci sukses wirausaha. Meru­pakan keharusan bagi wirausaha untuk berpikir kreatif dan inovatif. Kreatif merupakan ide umum yang menghasilkan efisiensi atau efekti­vitas dalam sebuah sistem (Koratko & Hodgetts, 2007).

PROSES KREATIVITAS WIRAUSAHA

Proses kreativitas merupakan syarat utama munculnya kewi­rausahaan. Proses kreativitas merupakan proses pembangkitan ide di mana individu maupun kelompok berproses menghasilkan sesuatu yang baru dengan Iebih efektif dan efisien pada suatu sistem. Aspek penting dari kreativitas adalah manusia dan proses. Manusia meru­pakan pelaku yang menentukan proses berjalan dan yang menentu­kan solusi permasalahan. Proses adalah aktivitas yang didisain untuk menemukan solusi. Proses tidak selalu sama dan pendekatan pun ada­kalanya berbeda.

Akumulasi Pengetahuan

Kesuksesan sebuah kreativitas berhubungan dengan kemampuan pengamatan dan pencarian informasi. Wirausaha mau dan mam­pu belajar, melihat, membaca dan berbicara dengan rekan kerja, menghadiri pertemuan profesional, workshop dan pelatihan se­suai dengan minat calon atau wirausaha. Akumulasi pengalaman dan pendidikan selama beberapa periode akan mampu mening­katkan kemampuan kreativitas wirausaha. Koratko & Hodgetts, 2007 memberikan petunjuk praktis bagi calon atau wirausaha guna meningkatkan kreativitas:

Membaca berbagai media sesuai dengan usaha yang akan atau sudah dilakukan.
Bergabung dengan kelompok profesional dan atau asosiasi kelompok usaha.
Memiliki kemauan untuk pertemuan profesional dan seminar.
Bertanya tentang segala hal kepada Isemua orang tentang usaha, bisnis yang dilakukan
Scanning majalah, surat kabar dan jurnal, artikel yang ber­hubungan dengan bisnis yang ditekuni
Membangun perpustakaan sederhana untuk referensi dimasa yang akan datang yang bisa di baca kembali ketika sebuah permasalahan muncul.
Selalu mencari informasi yang tepat yang berhubungan de­ngan bisnis yang ditekuni

Proses Inkubasi

Kreativitas individu muncul dengan melihat langsung proses kegiatan usaha yang sejenis atau berhubungan (related). Dengan melihat Iangsung akan bisa mengetahui proses bisnis yang ditekuni sebenarnya. Beberapa step yang dapat dilakukan calon atau wirausaha guna mempercepat proses inkubasi:

Secara rutin melihat aktivitas dan melakukan proses secara bersama atau menggambar produk yang dihasilkan.
Memecahkan persoalan yang terjadi dalam aktivitas bisnis tersebut.
Bermain, seperti olah raga, puzzles atau games.
Memikirkan proyek dan permasalahan sebelum tidur.
Melakukan perenungan terhadap permasalahan yang terjadi.
Kembali dan rileksasi ke permasalahan dasar.

sumber : planetusaha.com

Etika bisnis dan kewirausahan

etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha yang berdasarkan nilai-nilai dan norma yang dijadikan tuntunan dalam berusaha dan memecahkan masalah yang dihadapi.

Studi Kelayakan, Pembuatan dan Penyusunan Proposal dan Laporan

Studi kelayakan merupakan suatu kebutuhan tentang
ketersediaan dan persediaan akan keunggulan dan
kelemahan suatu sistem.Studi kelayakan dilakukan dengan survey yang
menghasilkan dokumen-dokumen kebutuhan. Berdasarkan dokumen kebutuhan dan studi kelayakan, dapat disusun persyaratan perangkat lunak
Menentukan kemungkinan keberhasilan solusi yang
diusulkan. Berguna untuk memastikan bahwa solusi yang diusulkan
tersebut benar-benar dapat dicapai dengan sumber daya
dan dengan memperhatikan kendala yang terdapat pada
perusahaan serta dampak terhadap lingkungan sekeliling analisis sistem melaksanakan penyelidikan awal terhadap
masalah dan peluang bisnis yang disajikan dalam usulan
proyek pengembangan sistem.


Tugas-tugas yang tercakup dalam studi kelayakan
meliputi:
- Penentuan masalah dan peluang yang dituju sistem
- Pembentukan sasaran sistem baru secara keseluruhan
- Pengidentifikasian para pemakai sistem
- Pembentukan lingkup sistem


Sistem analis juga melakukan tugas-tugas seperti
berikut:
- Pengusulan perangkat lunak dan perangkat keras untuk
sistem baru
- Pembuatan analisis untuk membuat atau membeli aplikasi
- Pembuatan analisis biaya/manfaat
- Pengkajian terhadap risiko proyek
- Pemberian rekomendasi untuk meneruskan atau
menghentikan proyek


Contoh Studi Kelayakan
- Pembuatan mesin absensi menggunakan RF ID mempunyai
kelebihan:
- Transaksi absensi pegawai menjadi otomatis tersimpan di
database tanpa prosedur yang rumit.
- Penempatan counter absensi tidak harus terpusat
- Menghindari kesalahan ketik saat update data karena, data
absensi tidak diisi manual tetapi bersifat otomatis
- Penghematan waktu dan tenaga di bagian kepegawaian
- Adapun kelemahannya adalah:
- Biaya pengembangan cukup besar, karena harus menyediakan
komputer sebagai server database, program aplikasi dan
beberapa mesin counter. Pada mesin absensi biasa tidak
diperlukan biaya tinggi.
- Keamanan data perlu dipertimbangkan lebih jauh
- Pertimbangkan mana yang lebih menguntungkan


- Survey dapat dilakukan dengan wawancara,
kuisioner, atau pengamatan untuk
mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai
sistem administrasi yang berlaku.
- Hasil survey adalah:
- model dan bentuk laporan yang diharapkan,
- data-data apa yang sudah tersedia dan yang harus
disediakan
- Sistem konversi bila sudah ada perangkat lunak
yang lama

Hasil Survey Pada Contoh Permasalahan Absensi
- Laporan yang diharapkan adalah laporan absensi perpegawai,
laporan absensi per-bulan, laporan absensi per-departemen,
laporan pegawai terlambat, laporan pegawai yang absen dan
laporan lembur
- Data yang sudah adalah data pegawai, data transaksi absensi
belum ditetapkan
- Aturan transaksi:
- Jam kerja 08.00-16.00
- Bila ada yang datang lebih awal dianggap datang jam 8.00
- Bila ada yang datang lebih dari jam 8.00 atau pulang sebelum
jam 16.00 dianggap terlambat
- Bila ada yang datang jam 8.00 atau sebelumnya dan pulang
setelah jam 16.00 atau sesudahnya dianggap lembur

Dokumen Persyaratan
- Spesifikasi Sistem, berhubungan dengan
model aplikasi yang dikembangkan dan
perangkat-perangkat yang tersedia
- Spesifikasi Data, berhubungan dengan datadata
apa yang harus disediakan oleh sistem
- Spesifikasi Aplikasi, berhubungan dengan kemampuan-kemampuan apa yang
disediakan oleh sistem

Tujuan Studi Kelayakan
- Memahami proses bisnis pada sistem yang lama
- Flowchart dari sistem
- Struktur Organisasi
- Deskripsi Tugas dan Jabatan
- Salinan laporan-laporan
- Kode-kode yang dipakai didalam sistem
- Menentukan kebutuhan pemakai sistem secara garis besar untuk
dapat mencapai sasaran sistem-􀂉 Wawancara ke pemakai sistem
- Observasi data
- Pengambilan sampel
- Menentukan permasalahan yang terjadi pada sistem yang lama
yang menyebabkan belum dapat mencapai sasarannya.

Hasil Studi Kelayakan
- Hasil Studi Kelayakan harus bisa menjawab
pertanyaan-pertanyaan :
- Apa yang dikerjakan oleh sistem lama?
- Apa yang harus dihasilkan oleh sistem yang baru
untuk mencapai sasarannya ?
- Apa permasalahan yang harus dipecahkan oleh
sistem baru ?
- Bagaimana hasil penilaian kelayakan teknis,
ekonomi, hukum, operasi, dan jadwal.


sumber : SI-216 Analisa dan Desain Sistem
Informasi II
Rosa Ariani Sukamto, ST

MANAJEMEN KEUANGAN

Manajemen keuangan merupakan manajemen terhadap fungsifungsi
keuangan. Fungsi-fungsi keuangan tersebut meliputi bagaimana
memperoleh dana (raising of fund) dan bagaimana menggunakan dana
tersebut (allocation of fund). Manajer keuangan berkepentingan dengan
penentuan jumlah aktiva yang layak dari investasi pada berbagai aktiva
dan pemilihan sumber-sumber dana untuk membelanjai aktiva tersebut.
Untuk memperoleh dana, manajer keuangan bisa memperolehnya dari
dalam maupun luar perusahaan. Sumber dari luar perusahaan berasal dari
pasar modal, bisa berbentuk hutang atau modal sendiri.
B. Fungsi Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan dapat didefinisikan dari tugas dan tanggung
jawab manajer keuangan. Tugas pokok manajemen keuangan antara lain
meliputi keputusan tentang investasi, pembiayaan kegiatan usaha dan
pembagian deviden suatu perusahaan, dengan demikian tugas manajer
keuangan adalah merencanakan untuk memaksimumkan nilai perusahaan.
Kegiatan penting lainnya yang harus dilakukan manajer keuangan
menyangkut empat aspek yaitu :
1. Manajer keuangan harus bekerjasama dengan para manajer lainnya
yang bertanggung jawab atas perencanaan umum perusahaan.
2. Manajer keuangan harus memusatkan perhatian pada berbagai
keputusan investasi dan pembiayaan, serta segala hal yang berkaitan
dengannya.
3. Manajer keuangan harus bekerjasama dengan para manajer di
perusahaan agar perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin.
4. Manajer keuangan harus mampu menghubungkan perusahaan dengan
pasar keuangan, di mana perusahaan dapat memperoleh dana dan
surat berharga perusahaan dapat diperdagangkan.
C. Tujuan Perusahaan
Pada dasarnya tujuan manajemen keuangan adalah
memaksimumkan nilai perusahaan. Akan tetapi dibalik tujuan tersebut
masih terdapat konflik antara pemilik perusahaan dengan penyedia dana
sebagai kreditur. Jika perusahaan berjalan lancar, maka nilai saham
perusahaan akan meningkat, sedangkan nilai hutang perusahaan dalam
bentuk obligasi tidak terpengaruh sama sekali. Jadi dapat disimpulkan
bahwa nilai dari saham kepemilikan bisa merupakan indeks yang tepat
untuk mengukur tingkat efektifitias perusahaan. Berdasarkan alasan itulah,
maka tujuan manajemen keuangan dinyatakan dalam bentuk
maksimalisasi nilai saham kepemilikan perusahaan, atau
memaksimalisasikan harga saham. Tujuan memaksimumkan harga saham
tidak berarti bahwa para manajer harus berupaya mencari kenaikan nilai
saham dengan mengorbankan para pemegang obligasi.
2002 digitized by USU digital library
2
Aspek penting lain dari tujuan perusahaan dan tujuan manajemen
keuangan adalah pertimbangan terhadap tanggung jawab sosial yang
dapat dilihat dari empat segi yaitu :
1. Jika manajemen keuangan menuju pada maksimalisasi harga saham,
maka diperlukan manajemen yang baik dan efisien sesuai dengan
permintaan konsumen.
2. Perusahaan yang berhasil selalu menempatkan efisiensi dan inovasi
sebagai prioritas, sehingga menghasilkan produk baru, penemuan
teknologi baru dan perluasan lapangan pekerjaan.
3. Faktor-faktor luar seperti pencemaran lingkungan, jaminan keamanan
produk dan keselamatan kerja menjadi lebih penting untuk
dipertimbangkan. Fluktuasi di semua tingkat kegiatan bisnis dan
perubahan-perubahan yang terjadi pada kondisi pasar keuangan
merupakan aspek penting dari lingkungan luar.
4. Kerjasama antara industri dan pemerintah sangat diperlukan untuk
menciptakan peraturan yang mengatur perilaku perusahaan, dan
sebaliknya perusahaan mematuhi peraturan tersebut.
Tujuan perusahaan pada dasarnya adalah memaksimumkan nilai
perusahaan dengan pertimbangan teknis sebagai berikut :
1. Memaksimumkan nilai bermakna lebih luas daripada memaksimumkan
laba, karena memaksimumkan nilai berarti mempertimbangkan
pengaruh waktu terhadap nilai uang.
2. Memaksimumkan nilai berarti mempertimbangkan berbagai resiko
terhadap arus pendapatan perusahaan.
3. Mutu dari arus dana yang diharapkan diterima di masa yang akan
datang mungkin beragam.


sumber : ERLINA, SE.

Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen Sumber Daya Manusia didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan
adalah manusia, bukan mesin, dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis.
Manajemen Sumber Daya Manusia berkaitan dengan kebijakan dan praktek-praktek yang
perlu dilaksanakan oleh manajer, mengenai aspek-aspek Sumber Daya Manusia dari
Manajemen Kerja.
Tidak ada definisi yang sama tentang Manajemen Sumber Daya Manusia, 3 (tiga) definisi
sebagai perbandingan dapat dikemukakan sebagai berikut:
Bagaimana orang-orang dapat dikelola dengan cara yang terbaik dalam kepentingan
organisasi, Amstrong (1994).
Suatu metode memaksimalkan hasil dari sumber daya tenaga kerja dengan
mengintergrasikan MSDM kedalam strategi bisnis, Kenooy (1990).
Pendekatan yang khas, terhadap manajemen tenaga kerja yang berusaha mencapai
keunggulan kompetitif, melalui pengembangan strategi dari tenaga kerja yang mampu
dan memiliki komitmen tinggi dengan menggunakan tatanan kultur yang integrated,
struktural dan teknik-teknik personel, Storey (1995).

sumber :Moermahadi

IDE dan PELUANG DALAM BERWIRAUSAHA

9 Aspek penting dalam memulai sebuah usaha :

1) Memahami konsep produk atau jasa secara baik
2) Membuat visi dan misi bisnis
3) Perlunya winning, positive dan learning attitude untuk menjadi sukses
4) Membuat perencanaan dan strategi bisnis yang efektif akan menghindari
usaha daripada risiko bisnis dan keuangan.
5) Pengetahuan dasar manajemen, organisasi dan sistem akan menghindari
usaha daripada risiko manajemen.
6) Optimalisasi sumber daya manusia maka 50% usaha Anda sudah berhasil.
7) kreativitas, kepemimpinan dan proses pembuatan keputusan
sangat penting.
8) Pengetahuan dasar pengelolaan keuangan dan pembiayaan
9) Pemasaran, pelayanan dan product brand

sumber : Sri Setya Handayani, SE., MM

Ruang Lingkup dan Proses Terbentuknya Kewirausahaan

1)Kewirausahaan dilihat dari berbagai sudut pandang

a. Pandangan Ahli Ekonomi
Menurut ahli ekonomi, wirausaha adalah orang yang mengkombinasikan factor-
faktor produksi seperti sumber daya alam, tenaga kerja, material, dan peralatan
lainnya untuk meningkatkan nilai yang lebih tinggi dari sebelumnya. Wirausaha
juga merupakan orang yang memperkenalkan perubahan-perubahan, inovasi dan
perbaikan produksi lainnya. Dengan kata lain, wirausaha adalah seseorang atau
sekelompok orang yang mengorganisasikan factor-faktor produksi, sumber daya
alam, tenaga, modal dan keahlian untuk tujuan memproduksi barang dan jasa.

b. Pandangan Ahli Manajemen
Wirausaha adalah seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan dan
mengkombinasikan sumber daya seperti keuangan, material, tenaga kerja,
keterampilan untuk menghasilkan produk, proses produksi, bisnis dan orgasisasi
usaha baru (Marzuki Usman, 1997:3). Wirausaha adalah seseorang yang memiliki
kombinasi unsur-unsur internal yang meliputi motivasi, visi, komunikasi,
optimism, dorongan, semangat dan kemampuan memanfaatkan peluang usaha.

c. Pandangan Pelaku Bisnis
Menurut Scarborough dan Zimmerer (1993 : 35), wirausaha adalah orang yang
menciptakan suatu bisnis baru dalam menghadapi resiko dan ketidakpastian
dengan maksud untuk memperoleh keuntungan dan pertumbuhan dengan cara
mengenali peluang dan mengkombinasikan sumber-sumber daya yang diperlukan
untuk memanfaatkan peluang tersebut.
Menurut Dun Steinhoff dan John F. Burgess (1993 : 35), pengusaha adalah orang
yang mengorganisasikan, mengelola dan berani menanggung resiko sebuah usaha
atau perusahaan. Sedang wirausaha adalah orang yang menanggung resiko
keuangan, material, dan sumber daya manusia, cara menciptakan konsep usaha
yang baru atau peluang dalam perusahaan yang sudah ada.
Dalam konteks bisnis menurut Sri Edi Swasono (1978 : 38), wirausaha adalah
pengusaha, tetapi tidak semua pengusaha adalah wirausaha. Wirausaha adalah
pelopor dalam bisnis, innovator, penanggung resiko yang mempunyai visi ke
depan dan memiliki keunggulan dalam prestasi di bidang usaha.

d. Pandangan Psikolog
Wirausaha adalah orang memiliki dorongan kekuatan dari dalam dirinya untuk
memperoleh suatu tujuan serta suka bereksperimen untuk menampilkan
kebebasan dirinya di luar kekuasaan orang lain.

e. Pandangan Pemodal
Wirausaha adalah orang yang menciptakan kesejahteraan untuk orang lain,
menemukan cara-cara baru untuk menggunakan sumber daya, mengurangi
pemborosan dan membuka lapangan kerja yang disenangi masyarakat.

2) Ciri penting tahap permulaan pertumbuhan kewirausahaan
Pada umumnya proses pertumbuhan kewirausahaan pada usaha kecil tersebut
memiliki tiga ciri penting, yaitu :
- Tahap imitasi dan duplikasi
- Tahap duplikasi dan penembangan
- Tahap mencitakan sendiri barang dan jasa baru yang berbeda

3) Langkah menuju keberhasilan berwirausaha
Untuk menjadi wirausaha yang sukses, seseorang harus memiliki ide atau visi bisnis
yang jelas serta kemauan dan keberanian untuk menghadapi resiko, baik waktu
maupun uang. Apabila ada kesiapan dalam menghadapi resiko, langkah berikutnya
adalah membuat perencanaan usaha, mengorganisasikan dan menjalankannya.


sumber Referensi:
1. Rambat Lupiyoadi, 2007, Entrepreneurship: From mindset to strategy, Lembaga
Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
2. Suryana, Kewirausahaan, 2006, Pedoman Praktis: Kiat dan Proses Menuju Sukses,
Salemba Empat