Kompas.com - Anak-anak zaman sekarang memang lebih piawai menggunakan aneka gadget canggih. Tak heran jika belum genap berusia 2 tahun pun si kecil sudah gemar memainkan berbagai aplikasi dan game seru di iPad.
Aplikasi-aplikasi khusus untuk balita pun kini banyak tersedia, misalnya saja Baby Touch:Peekabo atau Fish Games, yang rata-rata mengklaim bermuatan edukatif. Beberapa bahkan menjanjikan aplikasinya bermanfaat untuk meningkatkan koordinasi tangan dan mata serta kemampuan fokus bayi hingga balita usia 2,5 tahun.
Para orangtua pun tak khawatir membiarkan buah hati mereka asyik mengutak-atik gadget karena dianggap bisa membuat anak mereka cepat pintar. Keasyikan anak-anak terhadap gadget juga dimanfaatkan orangtua untuk sejenak beristirahat atau melakukan hal lain. Istilahnya adalah digital babysitter.
Akan tetapi, seaman itukah iPad untuk perkembangan anak-anak? Baru-baru ini para ahli dari The American Academy of Pediatrics (AAP) kembali menyarankan para orangtua untuk membatasi waktu balita mereka, terutama yang masih berusia kurang dari 2 tahun, di depan layar televisi.
Dalam laporan yang dipublikasikan, para peneliti menemukan waktu menonton TV yang terlalu lama akan mengganggu "waktu bicara" antara anak dan orangtua, yang mana sangat penting untuk perkembangan bicara anak.
Apakah efek terlalu lama menonton TV sama dengan memainkan iPad? Hal itu memang belum jelas benar. "Kami belum punya datanya," kata Dr.Ari Brown, dokter anak dan anggota AAP.
Efek yang timbul mungkin tergantung pada cara penggunaan. Menurut Tanya Altmann, dokter anak dan penulis buku Mommy Calls, panduan untuk anak ketika menggunakan iPad seharusnya sama seperti panduan untuk televisi.
"Pada dasarnya aplikasi di iPad adalah versi terbaru dari video game yang sering kita mainkan di masa kanak-anak. Karena itu mungkin tidak banyak manfaatnya untuk anak," paparnya.
Selain itu aplikasi di gadget canggih itu dianggap tidak bisa mengajarkan anak keterampilan krusial seperti yang bisa mereka dapatkan dari dunia tiga dimensi.
"Memang ada aplikasi game membangun balok-balok, tapi tentu kita tidak ingin ini menggantikan yang nyata. Bayi harus belajar dari dunia nyata," kata Dr.Dimitri Christakis, direktur Center for Child Health, Behavior and Development, di Seattle, AS.
Kendati para ahli kurang sepakat akan manfaat balita bermain gadget, namun untuk anak yang lebih besar terbukti aplikasi games edukatif itu bisa berdampak positif. Dalam studi yang dilakukan Departemen Pendidikan AS terbukti aplikasi Martha Speaks di iPhone meningkatkan kosa kata anak usia 3-7 tahun sampai 31 persen dalam dua minggu.
Rose Luckin, profesor dari University of London, menemukan gadget seperti tablet PC bisa meningkatkan pusat interaksi sosial kepada proses belajar. Ia menemukan anak usia 5-6 tahun yang mencatat aktivitas harian di sekolahnya pada tablet PC dan menunjukkannya pada orangtua, cenderung belajar lebih baik.
"Manfaat positif dari teknologi seperti iPad adalah bisa meningkatkan fokus komunikasi antara orangtua dan anak," katanya.
Selain itu menurut Luckin, penggunaan yang tidak berlebihan merupakan kunci penting. "Jika anak hanya duduk berjam-jam bermain iPad sendirian, saya tidak yakin ia akan dapat manfaat. Alat ini bisa meningkatkan interaksi orangtua dan anak, bukan justru menjauhkan," paparnya.
Jika orangtua hanya punya waktu terbatas dengan anaknya, para ahli menyarankan untuk mematikan gadget-gadget itu di rumah daripada membiarkan anak mereka asyik sendirian.
"Kita tahu orangtua tidak bisa 24 jam selalu bersama nak. Tetapi pada waktu-waktu tertentu yang dibatasi kita bisa membiarkan anak mengeksplorasi permainannya sendiri. Kita tidak bisa membiarkan ia distimulasi eksternal setiap saat," kata Altmann.
Sumber :
The Times
Minggu, 30 Oktober 2011
Sambut Sea Games 2011, Kemenpora Gelar Karnaval Meriah
Jakarta - Sekitar 2.500 orang bersama Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, memenuhi pelataran parkir Ex Mall, Plaza Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta. Mereka akan melakukan long march dalam rangka menyambut Sea Games 2011 dengan tajuk "Carnaval Road To SEA GAMES 2011".
"Kegiatan yang didesain dalam bentuk long march ini diisi oleh berbagai aktivitas, seperti gerak jalan, sepeda sehat, olahraga, freeze mob (diam sejenak), hingga marching band," tutur Suryadi Pawiro, dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (30/10/11).
Dalam rilis tersebut, karnaval yang berlangsung hari ini (30/10/11) dari pukul 06.00 WIB akan dihadiri juga oleh INASOC, KONI, KON, KOI, dan bebagai federasi olahraga kecabangan Indonesia. Selain itu, berbagai komunitas pemuda, olahraga, dan budaya seperti Back to Bike, Indonesia In Action, Yes We Care Indonesia, Ikatan Abang None Jakarta, dan Ikatan Duta Budaya dan Pariwisata Indonesia turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
"Dengan keragaman elemen pemuda yang hadir, menunjukkan dukungan kuat masyarakat untuk memeriahkan dan menyukseskan pergelaran Sea Games 2011," ungkapnya.
Kegiatan yang dijadwalkan sampai pukul 10.00 WIB tersebut bertolak dari pelataran parkir EX Mall, Plaza Indonesia dengan Bundaran Hotel Indonesia sebagai titik akhirnya.
sumber : detiknews
"Kegiatan yang didesain dalam bentuk long march ini diisi oleh berbagai aktivitas, seperti gerak jalan, sepeda sehat, olahraga, freeze mob (diam sejenak), hingga marching band," tutur Suryadi Pawiro, dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (30/10/11).
Dalam rilis tersebut, karnaval yang berlangsung hari ini (30/10/11) dari pukul 06.00 WIB akan dihadiri juga oleh INASOC, KONI, KON, KOI, dan bebagai federasi olahraga kecabangan Indonesia. Selain itu, berbagai komunitas pemuda, olahraga, dan budaya seperti Back to Bike, Indonesia In Action, Yes We Care Indonesia, Ikatan Abang None Jakarta, dan Ikatan Duta Budaya dan Pariwisata Indonesia turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
"Dengan keragaman elemen pemuda yang hadir, menunjukkan dukungan kuat masyarakat untuk memeriahkan dan menyukseskan pergelaran Sea Games 2011," ungkapnya.
Kegiatan yang dijadwalkan sampai pukul 10.00 WIB tersebut bertolak dari pelataran parkir EX Mall, Plaza Indonesia dengan Bundaran Hotel Indonesia sebagai titik akhirnya.
sumber : detiknews
Kematian Steve Jobs
NEW YORK, KOMPAS.com — Steve Jobs bukan kepala negara atau bintang Hollywood. Namun, kematian si jenius visioner yang membentuk kembali dunia itu mendapat banyak curahan kasih dari penjuru dunia, dari masyarakat biasa hingga tokoh-tokoh dunia, bahkan para pesaingnya di dunia bisnis. Jobs pun dilihat sebagai ikon budaya yang termasyhur.
Dia mentrasfomasi kehidupan kita, mendefinisi ulang seluruh industri, dan mencapai salah satu prestasi paling langka dalam sejarah manusia. Ia mengubah cara setiap kita melihat dunia
Para penggemar produk Apple, perusahaan komputer yang ikut didirikan dan dibesarkan Jobs, berkumpul di toko-toko Apple di berbagai belahan dunia untuk mengekspresi tanda dukacita mereka dengan berbagai cara. Di markas besar Apple di Cupertino, California, AS, para pelayat berkumpul di luar untuk meletakkan karangan bunga dan menyalakan lilin sepanjang malam. Para siswa di China menulis nama Jobs dalam huruf China.
Tokoh-tokoh di dunia politik, bisnis, olahraga, serta hiburan pun tak ketinggalan mengungkapkan belasungkawa atas kematian Jobs yang telah merevolsui perkembangan teknologi. Sejumlah ucapan paling menyentuh muncul dari pesaing terbesarnya di dunia bisnis, yang justru mengagumi dia sebagai pesaing dan manusia.
Bill Gates, pendiri Microsoft yang merupakan perusahaan saingan Apple dan teman Jobs, mengatakan, "Dunia jarang melihat seseorang yang memberi dampak mendalam seperti yang telah dilakukan Steve, efeknya akan dirasakan generasi-generasi yang akan datang." Sementara pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, mengatakan, "Steve, terima kasih telah menjadi mentor dan teman. Terima kasih telah menunjukkan bahwa apa yang Anda bangun dapat mengubah dunia. Saya akan merindukanmu. "
Tim Cook, yang menggantikan Jobs sebagai chief executive Apple, mengatakan, "Steve meninggalkan sebuah perusahaan yang hanya dia yang bisa membangunnya, dan semangatnya selamanya akan menjadi landasan Apple. "
Presiden AS, Barack Obama, mengatakan, "Dia mentransfomasi kehidupan kita, mendefinisi ulang seluruh industri, dan mencapai salah satu prestasi paling langka dalam sejarah manusia. Ia mengubah cara setiap kita melihat dunia."
Sumber :
dailymail.co.uk
Dia mentrasfomasi kehidupan kita, mendefinisi ulang seluruh industri, dan mencapai salah satu prestasi paling langka dalam sejarah manusia. Ia mengubah cara setiap kita melihat dunia
Para penggemar produk Apple, perusahaan komputer yang ikut didirikan dan dibesarkan Jobs, berkumpul di toko-toko Apple di berbagai belahan dunia untuk mengekspresi tanda dukacita mereka dengan berbagai cara. Di markas besar Apple di Cupertino, California, AS, para pelayat berkumpul di luar untuk meletakkan karangan bunga dan menyalakan lilin sepanjang malam. Para siswa di China menulis nama Jobs dalam huruf China.
Tokoh-tokoh di dunia politik, bisnis, olahraga, serta hiburan pun tak ketinggalan mengungkapkan belasungkawa atas kematian Jobs yang telah merevolsui perkembangan teknologi. Sejumlah ucapan paling menyentuh muncul dari pesaing terbesarnya di dunia bisnis, yang justru mengagumi dia sebagai pesaing dan manusia.
Bill Gates, pendiri Microsoft yang merupakan perusahaan saingan Apple dan teman Jobs, mengatakan, "Dunia jarang melihat seseorang yang memberi dampak mendalam seperti yang telah dilakukan Steve, efeknya akan dirasakan generasi-generasi yang akan datang." Sementara pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, mengatakan, "Steve, terima kasih telah menjadi mentor dan teman. Terima kasih telah menunjukkan bahwa apa yang Anda bangun dapat mengubah dunia. Saya akan merindukanmu. "
Tim Cook, yang menggantikan Jobs sebagai chief executive Apple, mengatakan, "Steve meninggalkan sebuah perusahaan yang hanya dia yang bisa membangunnya, dan semangatnya selamanya akan menjadi landasan Apple. "
Presiden AS, Barack Obama, mengatakan, "Dia mentransfomasi kehidupan kita, mendefinisi ulang seluruh industri, dan mencapai salah satu prestasi paling langka dalam sejarah manusia. Ia mengubah cara setiap kita melihat dunia."
Sumber :
dailymail.co.uk
Sabtu, 24 September 2011
Apakah seorang wirausahawan itu dilahirkan atau dididik?
Menurut saya seorang wirausahawan adalah seorang yang mempunyai keinginan keras untuk membuat sesuatu usaha atau hal yang baru dan yakin bahwa pemikiran dan usaha nya itu akan berhasil kelak. Wirausahwan adalah sesorang yang mau bertanggung jawab dan mampu mengorganisir,jadi seorang wirausahwan adalah kemauan dari diri sendiri, jika seorang wirausahawan memang sudah memiliki keluarga yang bergelut di bidang bisnis, namun tidak semuanya berhasil atau mau ikut menggeluti usaha dari keluarga nya atau yang pernah dirintis sebelumnya. Berkemauan keraslah jika anda ingin menjadi pengusaha, sesuatu yang sangat menyenangkan dan menguntungkan jika suatu saat nanti anda memiliki usaha dan berjalan sukses. memang modal sangat dibutuhkan untuk memulai bisnis baru namun keinginan keraslah yang akan membimbing anda untuk kesuksesan. Saat ini sudah banyak sekali orang atau lembaga yang mau memfasilitasi atau memberi modal awal, seperti contohnya dari bank mandiri. berfikirlah untuk menciptakan usaha atau id baru yang dapat memnarik perhatian, agar usaha anda sukses kelak, itulah pendapat saya.
Kisah seorang wirausahawan sukses
Senin, 16 Maret 2009 | 10:01 WIB
Galeri daur ulang, Bogor Kreatif, milik Nurdin atau yang akrab dipanggil Bim-bim saat ini semakin berkembang pesat. Bim-bim mengaku usaha yang beromzet Rp 20 juta per bulan ini laku keras sampai ia kewalahan memenuhi pesanan lokal.
Sebelumnya, Bim-bim tidak mempuyai bayangan akan berwirausaha di bidang daur ulang. Setelah lulus STM jurusan listrik tahun 1996, Bim-bim bekerja di Pepsi bagian kelistrikan panel elektrik. Namun, pekerjaan tersebut hanya bertahan selama enam bulan, dan setelah itu Bim-bim menganggur karena kontraknya tidak diperpanjang.
"Saya sempat nongkrong, sana-sini sambil cari kerja. Dalam hati memang ada niat untuk wirausaha," terang Bim-bim. Namun saat itu dirinya belum mengetahui ingin usaha apa. Setelah beberapa lama menganggur, Bim-bim berkenalan dengan SUHUF, yaitu komunitas mahasiswa Institut Pertanian Bogor yang mempunyai kegiatan membuat barang-barang daur ulang.
Terinspirasi dari kegiatan SUHUF itulah Bim-bim mencari bahan yang bisa ia gunakan unutk membuat barang dari bahan daur ulang. "Saya tidak mengeluarkan uang untuk modal awal. Waktu itu di depan rumah saya ada pohon mangga, lalu saya ambil rantingya dan ditambah-tambah dengan kardus dan karung goni dari warung nenek, maka jadi bingkai foto," kenang pria asal Bandung ini.
Dengan bermodal beberapa bingkai foto tersebut, Bim-bim mencoba peruntungannya sebagai pedagang kaki lima di alun-alun Bandung, pelataran Jogya Kepatihan.
Hari pertama penjualannya barang-barang Bim-bim laku keras, uang hasil penjualan awal ia putar kembali. "Saya masih mungutin ranting, tapi saya juga mengambil kertas-kertas daur ulang dari mahasiwa SUHUF," terangnya.
Setelah setahun menjadi pedagang kaki lima, Bim-bim mendapat pelatihan bagi para seniman jalanan dari Pemda Bandung dan ITB. Dari pelatihan tersebut, ia mendapatkan ilmu-ilmu baru untuk mengembangkan usahanya.
Awal tahun 1999, dengan membawa hasil karyanya, Bim-bim hijrah ke Jakarta. "Di Jakarta saya menggelar barang dagangan di pelataran Aldiron. Ternyata barang-barang produksi Bim-bim diminta oleh orang Malaysia. Ia pun memberi modal sebesar Rp 500.000 kepada Bim-bim untuk membuatkan sampel barang lain.
Bim-bim pun membuatkan box file, diary, dan memo yang semuanya berasal dari bahan-bahan daur ulang. Tak disangka warga Malaysia itu pun puas dengan hasil karyanya dan kembali memesan sampai 1.500 buah per itemnya. " Dia bahkan memberikan harga lebih dari yang saya minta," kata Bim-bim.
Dari proyek besar pertamanya itu, ia meraup laba hingga Rp 40.000.000. Dengan uang tersebut pria beranak satu ini mengajak beberapa pedagang lain untuk memasarkan produknya. Produk daur ulamg Bim-bim pun sempat masuk di beberapa pertokoan di Jakarta.
Sempat merugi
Layaknya hidup, Bim-bim pun pernah merasakan surutnya usaha yang ia jalankan. Barang-barangnya dibawa pergi oleh pedagang, toko yang menjual barangnya tidak bisa ditagih.
Keadaan Bim-bim pun semakin berat karena ia juga mengalami kerugian. Proses pengiriman barang ke Malaysia ternyata memakan biaya cukup besar. "Setelah orang Malaysia itu kembali ke negaranya, saya mengirimkan pesanan lewat paket. Tapi karena tidak tahu jalur-jalurnya, saya jadi merugi," ujar Bim-bim. Kerugian yang dialami Bim-bim mencapai Rp. 15.000.000. "Itu adalah masa-masa tersulit saya. Barang dibawa kabur, uang enggak bisa keluar, ditambah merugi karena ongkos ekspor," kata Bim-bim sambil menerawang.
Di saat sulit seperti itu Bim-bim yang merupakan Slanker pergi ke Gang Potlot, tempat markas band tersebut. Di sana seorang Slankers mengajaknya ke Bogor dan memulai usahanya lagi dari awal. "Lalu pikiran saya terbuka, dulu saya mulai juga tanpa modal. Jadinya yah.. seperti awal lagi, hanya dengan modal barang yang tersisa," ujarnya.
Dewi fortuna rupanya masih menaungi Bim-bim, usaha yang ia mulai lagi dari awal ternyata mendapat sambutan baik dari warga Bogor. "Barang-barang saya diminati karena di Bogor saat itu masih jarang. Saya juga mulai ikut pameran-pameran," terangnya
Di Bogorlah usaha Bim-bim mulai bangkit. Pada 13 September 2001 Bimbim mendirikan Bogor Kreatif, nama yang terinspirasi dari sebuah perhelatan seni di Kota Bogor. Dan, tahun 2004, setelah lolos survei dan administrasi, ia resmi menjadi mitra binaan PT Telkom dan mendapat pinjaman modal sebesar Rp 10 juta tanpa agunan.
Ikut komunitas
Pemasaran adalah hal yang sangat penting dalam suatu usaha, dan Bim-bim pun sangat menyadari hal itu. Bim-bim rajin mengikuti pameran-pameran dan memasok produknya ke toko. Untuk memperluas areal pemasaran barangnya, Bim-bim mengikuti beberapa komunitas, salah satunya adalah komunitas sepeda ontel. "Hanya dengan modal sepeda ontel yang paling harganya satu juta, tiap bulan saya dapat pesanan," terang Bim-bim.
Dulunya Bim-bim pernah mencoba memasarkan lewat internet. Namun karena ia merasa awam dengan dunia pemasaran on-line, cara pemasaran tersebut tidak ia lanjutkan. "Saya awam untuk masalah pembayaran online seperti itu, lebih enak lewat mulut ke mulut," ujar Bim-bim
Untuk ke depannya, Bim-bim ingin bergabung dengan komunitas Harley Davidson. "Kan yang ikut komunitas itu pasti orang yang berduit. Jaringan saya akan bertambah dan pesanan akan bertambah pula," ujar Bim-bim sambil tertawa.
Produk-produk Bimbim tidak hanya beredar di Bogor, Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar, tetapi juga di Malaysia dan Singapura. Untuk pemasaran produk ke luar negeri, ia mengawalinya dengan mengikuti pameran yang disponsori Dinas Kepariwisataan Indonesia. Walaupun menemukan kendala berupa mahalnya ongkos kirim saat melakukan ekspor, Bimbim kini tengah berkonsentrasi merambah pasar Iran. Kendala tersebut dapat dihadapi melalui kesepakatan dengan pihak buyer bahwa keseluruhan ongkos kirim akan menjadi tanggungan buyer.
================================================================
Bogor Kreatif
Jl Ciwaringin, Gang Melati No 28 Bogor
sumber : kompas.com
Galeri daur ulang, Bogor Kreatif, milik Nurdin atau yang akrab dipanggil Bim-bim saat ini semakin berkembang pesat. Bim-bim mengaku usaha yang beromzet Rp 20 juta per bulan ini laku keras sampai ia kewalahan memenuhi pesanan lokal.
Sebelumnya, Bim-bim tidak mempuyai bayangan akan berwirausaha di bidang daur ulang. Setelah lulus STM jurusan listrik tahun 1996, Bim-bim bekerja di Pepsi bagian kelistrikan panel elektrik. Namun, pekerjaan tersebut hanya bertahan selama enam bulan, dan setelah itu Bim-bim menganggur karena kontraknya tidak diperpanjang.
"Saya sempat nongkrong, sana-sini sambil cari kerja. Dalam hati memang ada niat untuk wirausaha," terang Bim-bim. Namun saat itu dirinya belum mengetahui ingin usaha apa. Setelah beberapa lama menganggur, Bim-bim berkenalan dengan SUHUF, yaitu komunitas mahasiswa Institut Pertanian Bogor yang mempunyai kegiatan membuat barang-barang daur ulang.
Terinspirasi dari kegiatan SUHUF itulah Bim-bim mencari bahan yang bisa ia gunakan unutk membuat barang dari bahan daur ulang. "Saya tidak mengeluarkan uang untuk modal awal. Waktu itu di depan rumah saya ada pohon mangga, lalu saya ambil rantingya dan ditambah-tambah dengan kardus dan karung goni dari warung nenek, maka jadi bingkai foto," kenang pria asal Bandung ini.
Dengan bermodal beberapa bingkai foto tersebut, Bim-bim mencoba peruntungannya sebagai pedagang kaki lima di alun-alun Bandung, pelataran Jogya Kepatihan.
Hari pertama penjualannya barang-barang Bim-bim laku keras, uang hasil penjualan awal ia putar kembali. "Saya masih mungutin ranting, tapi saya juga mengambil kertas-kertas daur ulang dari mahasiwa SUHUF," terangnya.
Setelah setahun menjadi pedagang kaki lima, Bim-bim mendapat pelatihan bagi para seniman jalanan dari Pemda Bandung dan ITB. Dari pelatihan tersebut, ia mendapatkan ilmu-ilmu baru untuk mengembangkan usahanya.
Awal tahun 1999, dengan membawa hasil karyanya, Bim-bim hijrah ke Jakarta. "Di Jakarta saya menggelar barang dagangan di pelataran Aldiron. Ternyata barang-barang produksi Bim-bim diminta oleh orang Malaysia. Ia pun memberi modal sebesar Rp 500.000 kepada Bim-bim untuk membuatkan sampel barang lain.
Bim-bim pun membuatkan box file, diary, dan memo yang semuanya berasal dari bahan-bahan daur ulang. Tak disangka warga Malaysia itu pun puas dengan hasil karyanya dan kembali memesan sampai 1.500 buah per itemnya. " Dia bahkan memberikan harga lebih dari yang saya minta," kata Bim-bim.
Dari proyek besar pertamanya itu, ia meraup laba hingga Rp 40.000.000. Dengan uang tersebut pria beranak satu ini mengajak beberapa pedagang lain untuk memasarkan produknya. Produk daur ulamg Bim-bim pun sempat masuk di beberapa pertokoan di Jakarta.
Sempat merugi
Layaknya hidup, Bim-bim pun pernah merasakan surutnya usaha yang ia jalankan. Barang-barangnya dibawa pergi oleh pedagang, toko yang menjual barangnya tidak bisa ditagih.
Keadaan Bim-bim pun semakin berat karena ia juga mengalami kerugian. Proses pengiriman barang ke Malaysia ternyata memakan biaya cukup besar. "Setelah orang Malaysia itu kembali ke negaranya, saya mengirimkan pesanan lewat paket. Tapi karena tidak tahu jalur-jalurnya, saya jadi merugi," ujar Bim-bim. Kerugian yang dialami Bim-bim mencapai Rp. 15.000.000. "Itu adalah masa-masa tersulit saya. Barang dibawa kabur, uang enggak bisa keluar, ditambah merugi karena ongkos ekspor," kata Bim-bim sambil menerawang.
Di saat sulit seperti itu Bim-bim yang merupakan Slanker pergi ke Gang Potlot, tempat markas band tersebut. Di sana seorang Slankers mengajaknya ke Bogor dan memulai usahanya lagi dari awal. "Lalu pikiran saya terbuka, dulu saya mulai juga tanpa modal. Jadinya yah.. seperti awal lagi, hanya dengan modal barang yang tersisa," ujarnya.
Dewi fortuna rupanya masih menaungi Bim-bim, usaha yang ia mulai lagi dari awal ternyata mendapat sambutan baik dari warga Bogor. "Barang-barang saya diminati karena di Bogor saat itu masih jarang. Saya juga mulai ikut pameran-pameran," terangnya
Di Bogorlah usaha Bim-bim mulai bangkit. Pada 13 September 2001 Bimbim mendirikan Bogor Kreatif, nama yang terinspirasi dari sebuah perhelatan seni di Kota Bogor. Dan, tahun 2004, setelah lolos survei dan administrasi, ia resmi menjadi mitra binaan PT Telkom dan mendapat pinjaman modal sebesar Rp 10 juta tanpa agunan.
Ikut komunitas
Pemasaran adalah hal yang sangat penting dalam suatu usaha, dan Bim-bim pun sangat menyadari hal itu. Bim-bim rajin mengikuti pameran-pameran dan memasok produknya ke toko. Untuk memperluas areal pemasaran barangnya, Bim-bim mengikuti beberapa komunitas, salah satunya adalah komunitas sepeda ontel. "Hanya dengan modal sepeda ontel yang paling harganya satu juta, tiap bulan saya dapat pesanan," terang Bim-bim.
Dulunya Bim-bim pernah mencoba memasarkan lewat internet. Namun karena ia merasa awam dengan dunia pemasaran on-line, cara pemasaran tersebut tidak ia lanjutkan. "Saya awam untuk masalah pembayaran online seperti itu, lebih enak lewat mulut ke mulut," ujar Bim-bim
Untuk ke depannya, Bim-bim ingin bergabung dengan komunitas Harley Davidson. "Kan yang ikut komunitas itu pasti orang yang berduit. Jaringan saya akan bertambah dan pesanan akan bertambah pula," ujar Bim-bim sambil tertawa.
Produk-produk Bimbim tidak hanya beredar di Bogor, Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar, tetapi juga di Malaysia dan Singapura. Untuk pemasaran produk ke luar negeri, ia mengawalinya dengan mengikuti pameran yang disponsori Dinas Kepariwisataan Indonesia. Walaupun menemukan kendala berupa mahalnya ongkos kirim saat melakukan ekspor, Bimbim kini tengah berkonsentrasi merambah pasar Iran. Kendala tersebut dapat dihadapi melalui kesepakatan dengan pihak buyer bahwa keseluruhan ongkos kirim akan menjadi tanggungan buyer.
================================================================
Bogor Kreatif
Jl Ciwaringin, Gang Melati No 28 Bogor
sumber : kompas.com
Etika dan perilaku bisnis
Dalam suatu bisnis harus memiliki prinsip dan etika-etika dan perilaku bisnis :
1 honesty
2 integrity
3 promise and keeping
4 fidelity
5 fairness
6 caring for other
7 respect for other
8 responsibility
9 persuit for excellence
10 accountibility
Definisi wirausaha
Wirausaha adalah dapat berdiri sendiri, merdeka, mampu mengorganisasiakan diri sendiri dengan suatu usaha yang berbeda atau bisnis baru . Wirausahawan adalah seorang yang dapat mengelola suatu wirausaha dengan mandiri, memiliki inovasi, memiliki ide dan kreatifitasm, bertanggung jawab dan dapat menciptakan suatu peluang bisnis baru.
Inilah sifat atau karakter yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan :
1. Dorongan berprestasi
2. Bekerja keras
3. Memperhatikan kualitas
4. Sangat bertanggung jawab
5. Berorientasi pada imbalan
6. Optimis
7. Berorientasi pada hasil karya yang baik
8. Mampu mengorganisir
9. Berorientasi pada uang
Jika seseorang tidak ingin terikat atau ingin mendirikan usaha sendiri menjadi wirausahawan adalah merupakan pilihan terbaik, namun anda pun harus memiliki sifat dan karakter yang saya sebutkan sebelumnya. Dan juga mau bertanggung jawab dan mau menanggung resiko yang akan anda dapatkan jika anda menjadi seorang wirausahawan, ingat kemauan dan keinginan yang keras lah yang akan membuat anda sukses di dunia bisnis.
Langganan:
Postingan (Atom)
